Eksistensi Surga
Eksistensi
Surga diterangkan dengan sangat jelas dalam beberapa keterangan
Al-Qur’an dan hadits Nabi yang semuanya harus kita imani.
Sementara
Golongan Qadariyah dan kalangan Mu’tazilah beranggapan bahwa surga baru
diciptakan kelak di hari akhirat. Menurut Ibnu Qayyim ini adalah
pendapat yang nyeleneh. Pendapat yang paling rajih menurutnya adalah pendapat Ahlu Sunnah yang menyatakan bahwa surga itu telah diciptakan oleh Allah, diantara alasannya adalah:
- Dalam perjalanan mi’raj Nabi melihat surga (QS. An-Najm: 13-15)
- Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa Allah memperlihatkan tempat duduk ahli surga atau ahli neraka saat di alam barzah; Ada hadits yang menyebutkan bahwa ruh orang mu’min dimasukkan ke dalam surga berwujud burung yang bertengger di pohon surga; Selain itu diceritakan dalam salah satu hadit bahwa Jibril disuruh melihat surga, dll.
Pintu Surga
Keberadaan
pintu gerbang surga disebutkan oleh Allah dalam surat Az-Zumar ayat 73.
Dalam hadits disebutkan bahwa luas pintu surga itu adalah baina Makkata wa Hajaro au Hajaro wa Makkata,
seperti jauhnya Makkah ke Hajar (kurang lebih 1160 km). Namun kelak
manusia akan berdesak-desakan didepannya. Kunci pembuka pintu surga
adalah kalimat syahadah, dan jalan menuju padanya hanyalah satu yakni
Islam (QS. Al-An’am: 153).
Walid
bin Muslim dari Khalid dari Hasan menyampaikan bahwa pintu-pintu di
surga itu transparan, bagian dalamnya terlihat dari luar dan bagian
luarnya terlihat dari dalam (lihat QS. Shaad: 50). Ia bisa diajak
bicara, artinya bisa menutup dan membuka sesuai keinginan penghuninya.
Dimanakah Surga?
Di
dalam hadits disebutkan bahwa surga itu berada di langit, tempat yang
sangat tinggi. Terdiri dari 100 tingkat, setiap 2 tingkat jauhnya
seperti langit dan bumi. Dan surga yang tertinggi adalah surga Firdaus.
Tapi ada satu tempat yang lebih tinggi darinya dan diperuntukkan bagi
satu orang saja, tempat itu disebut Al-Wasilah. Nabi sangat berharap bahwa beliaulah yang akan menempatinya.
Nama-nama Surga
Surga itu bermacam-macam, nama-namanya disebutkan dalam Al-Qur’an diantaranya adalah: Al-Jannah, Darussalam (negeri sejahtera), Darul Khuldi (negeri kekal), Darul Muqamah (tempat kediaman), Jannatul Ma’wa (tempat tinggal), Adn, dll.
Orang yang pertama mengetuk pintu Surga
Muhammad saw adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu surga, dan umat beliaulah yang akan pertama kali memasukinya. Ada
70.000 orang yang akan memasukinya tanpa hisab, wajahnya bagaikan
rembulan, mereka masuk dengan bergandeng tangan. Siapakah mereka? Mereka
adalah orang-orang yang murni ketauhidannya dan senantiasa bertawakkal
kepada Allah, demikian kata Nabi.
Allah
melimpahkan keistimewaan kepada mereka, bahwa setiap 1000 orang dari
mereka dapat menyelamatkan 70.000 orang dari neraka, ditambah tiga
cidukan Allah azza wa jalla. Subhanallah wallahu akbar.
Gambaran Surga
Tanah dan lumpur surga terbuat dari zafaran,
berupa tepung putih beraroma kesturi dan sangat bersih. Cahaya surga
itu berwarna putih, bersinar terang, aromanya semerbak. Disana terdapat
gedung megah dan sungai-sungai yang mengalir. Ada istri-istri yang
cantik jelita, perhiasan-perhiasan yang banyak, tanaman-tanaman,
berbagai macam kesenangan dan kenikmatan di tempat yang tinggi. Siapkah
Anda memasukinya? Katakan: “Insya Allah”.
Di surga terdapat Ghuraf
yakni bangunan transfaran yang tinggi, diberikan bagi mereka yang baik
ucapannya, suka memberi makan orang lain, rajin berpuasa dan mendawamkan shalat malam. Juga diberikan kepada orang-orang yang membangun masjid dan tabah menghadapi ujian dan kesedihan.
Setiap mu’min mengenal tempat tinggalnya di surga walaupun ia belum pernah melihat sebelumnya.
Kondisi
fisik orang mu’min ketika memasuki surga itu mirip Adam, tingginya 60
hasta, berambut pendek, belum berjenggot, dan matanya bercelak.
Tampilannya bagaikan orang berusia sekitar 30 tahun. Allah menjadikannya
seperti itu walaupun ia mati dalam keadaan anak-anak atau pun tua
renta.
Hidangan pertama penduduk surga adalah sekerat daging dari hati ikan paus dan minumannya adalah salsabila. Setelah itu mereka makan daging sapi jantan.
Menurut
riwayat dari Nabi, aroma surga bisa dicium dari jarak 100 tahun. Tapi
bagi orang-orang yang membunuh ahli dzimmah, orang-orang yang durhaka
pada orang tua, orang pemutus hubungan, dan mereka yang menasabkan
dirinya pada orang lain, tertutup baginya dari mencium aroma surga
tersebut. Naudzubillah…
Di surga terdapat pohon Thalhu,
yakni pohon bidara yang durinya diganti dengan buah-buahan yang satu
butirnya terdiri dari 70 rasa yang berbeda. Ada juga pohon Thuba
(QS. Waqi’ah: 31) yang naungannya sejauh perjalanan selama 100 tahun.
Dari kelopak bunga pohon inilah pakaian ahli surga berasal.
Buah-buahan
surga itu beraneka ragam layaknya buah-buahan di dunia (QS. Al-Baqarah:
25). Bahkan sabda Nabi menyebutkan bahwa buah-buahan dunia sebenarnya
berasal dari surga, hanya saja ia berubah sedangkan buah-buahan di surga
tidak berubah sama sekali.
Penduduk
surga minum dari sungai-sungai di surga yang hulunya adalah dari surga
Firdaus. Buah-buahannya dekat tersaji, mereka mendapatkan apa saja yang
diinginkannya. Jika mereka melihat ke arah burung surga dan tertarik
kepadanya, maka dengan segera burung itu jatuh ke hadapannya dalam
kondisi masak dan siap dimakan. Sementara itu 70 piring beragam corak
yang berbeda antara satu dengan yang lainnya telah disiapkan.
Mereka juga minum dari sungai al-kautsar yang airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Ia adalah minuman campuran jahe.
Tapi,
meskipun makan dan minum penduduk surga itu tidak buang kotoran atau
kencing. Makanan dan minumannya itu dikeluarkan melalui keringat dan
sendawanya yang harum.
Pakaian ahli surga adalah sundus dan istabraq (sutra bulu halus dan tebal), keluar dari kelopak bunga pohon Thuba
dan warnanya bermacam-macam, ada yang putih, merah, hijau, kuning, dan
hitam. Mereka memakai gelang emas dan perak, mahkota intan berlian yang
mutiaranya adalah yakut. Jika manusia di dunia ini melihat
pakaian-pakaian tersebut, tentu mereka pingsan karena tidak tahan
melihatnya.
Kasur
mereka tebal dan empuk. Tempat mereka tinggal berhamparkan permadani
yang sangat indah. Ada kemah yang tingginya hingga 60 mil dan setiap
sudutnya terdapat istri-istri ahli surga; ada ranjang berderetan yang
berhias, bisa merendah ataupun menaik. Tapi ranjang ini bukanlah untuk
tidur, karena di surga itu tidak ada tidur sebagaimana dikatakan Nabi: “Tidur itu adalah saudara kematian. Ahli surga tidaklah tidur”.
Bagi mereka juga disediakan sofa al-arikah,
yakni sofa pengantin yang dipaduakan dengan ranjang yang berhias. Di
dalamnya mereka dilayani oleh pelayan-pelayan yang senantiasa muda.
Isteri-isteri penghuni surga itu muthahharah, yakni bersih dari haid, ingus, ludah, najis, dan tinja. Mereka disebut al-hur
karena senantiasa muda, cantik, kulitnya mulus, bagian hitam matanya
sangat hitam dan bagian putihnya sangat putih. Mereka tidak pernah
digauli oleh siapapun sebelumnya, dipingit dan selalu perawan. Mereka
disebut uruban karena selain cantik juga amat pandai berkomunikasi dan pandai memberikan kepuasan seksual kepada suaminya. Mereka disebut kawaaiba karena—maaf—amat montok payudaranya. Demikian disebutkan Nabi. Dan disebut huurun iin
karena putih kulitnya bagai mutiara. Badan mereka transparan bagaikan
yakut. Kamar mereka dari mutiara yakut dan ranjangnya dihias dengan
mutiara lu’lu. Mereka tidak pernah bosan melakukan jima’. Lelaki surga
tak pernah ‘loyo’ dan wanita surga tak pernah ‘sakit’. Kekuatan mereka
dalam berjima’ adalah 100 kali lipat. Disebutkan juga oleh Nabi bahwa
laki-laki penghuni surga itu dapat berjima’ dengan 100 perawan dalam
satu petang. Mereka tidak pernah lemas, syahwatnya tidak padam dan farji
wanita surga tidak pernah tertutup.
Di
surga bisa juga terjadi kehamilan jika mereka menghendakinya. Tapi
kehamilan, menyusui dan tumbuh berkembangnya itu terjadi dalam sesaat.
Ahli
surga diberi 2 orang istri dari wanita dunia dan 70 orang istri dari
wanita surga. Tapi wanita dunia itu lebih baik dari wanita surga
disebabkan ibadahnya ketika di dunia. Di akhirat nanti wanita yang
ketika di dunia pernah memiliki lebih dari 1 suami, boleh memilih mana
yang menurutnya terbaik.
Di surga itu ada nyanyian (QS. Rum: 15). Menurut Yahya bin Abu Katsir al-habrah dalam ayat tersebut berarti paduan suara yang merdu. Bukan
hanya itu, pohon-pohonan dan gesekan ranting-rantingnya pun menimbulkan
suara-suara yang indah. Juga ada nyanyian bidadari untuk suaminya. Ada
pula suara tasbih para malaikat yang demikian merdu.
Penghuni
surga juga memiliki kendaraan berupa kuda dari mutiara yakut atau apa
saja yang diinginkannya. Mereka saling berkunjung (Ash-Shafat: 50-57),
penduduk surga kelas atas berkunjung ke surga kelas bawah. Tapi penduduk
surga kelas bawah tidak dapat berkunjung ke surga kelas atas, kecuali
mereka yang saling mencintai karena Allah.
Jika mereka saling rindu, mendekatlah ranjang-ranjang mereka dan bertemu untuk bernostalgia.
Bahasa
mereka adalah bahasa Arab. Setiap hari Jum’at diselenggarakan pasar
gratis, mereka pulang ke rumahnya masing-masing membawa apa saja yang
diinginkannya.
Di
surga ada juga kenaikan tingkat, yakni bagi mereka yang didoakan oleh
anak-anaknya ketika di dunia. Mereka dipertemukan dan dikumpulkan oleh
Allah (QS. At-Thur: 21) walaupun tidak sama derajatnya.
Begitulah gambaran sekilas tentang surga berdasarkan kabar yang disampaikan Nabi Muhammad saw.
Untuk siapakah kabar gembira ini?
1. Orang yang beriman dan beramal shalih (QS. 2: 25)
2. Wali-wali Allah, orang-orang yang beriman dan bertakwa (QS.Yunus: 62-64)
3. Orang yang istiqamah dalam menghamba (QS. Fushilat: 30)
4. Pengikut kebaikan (QS. Az-Zumar: 17-18)
5. Orang yang beriman, berhijrah dan berjihad (QS. At-Taubah: 20-21)
6. Orang yang mengindahkan peringatan Allah (QS. Yasin: 11)
7. Mu’min (QS. Al-Ahzab: 45-47)
8. Syuhada (Ali Imran: 169)
9. Orang yang berjual beli dengan Allah (QS. At-Taubah: 111)
10. Orang yang sabar (QS. Al-Baqarah: 155-157)
11. Orang yang khusyu dalam shalat, menjauhi hal yang sia-sia, muzaki, menjaga farji, amanah (QS. Al-Mu’minun: 1-11)
12. Muslim-muslimah yang taat, jujur, sabar, khusyu, bershadaqah, berpuasa, menjaga farj, rajin berdzikir (QS. Al-Ahzab: 35)
13. Orang yang bertaubat, memuji Allah, melawat, sujud, amar ma’ruf nahi munkar, memelihara hokum-hukum Allah (QS. At-Taubah: 112)
14. Orang yang berinfaq saat lapang/sempit, menahan amarah, pemaaf, istighfar (QS. Ali Imran: 133-136).
15. Beriman dan berjihad (QS. Ash-Shaf: 10-13)
16. Orang yang takut kepada Allah (QS. Ar-Rahman: 46)
17. Orang yang menahan hawa nafsu (QS. An-Naziat: 40-41)
Kesimpulannya
adalah, kabar gembira ini adalah bagi mereka yang beriman, bertakwa,
dan beramal ikhlas sesuai petunjuk Rasulullah saw.
Allaahumma innaa nas’aluka ridhooka wal jannah, wa na’uudzubika min sakhootika wa-nnaar…Yaa Allah kami memohon keridhoan-Mu dan surga, dan kami berlindung dari murka-Mu dan neraka…Amin.
diambil dari http://bit.ly/1an5dpX
No comments:
Post a Comment